Physical Education
Blog ini berisi materi pembelajaran Pendidikan Jasmani tingkat pendidikan SMP dan SMA
Kamis, 11 Mei 2017
Berikut adalah link yang berisikan materi "Pola Makan Sehat, Bergizi dan Seimbang"
https://docs.google.com/presentation/d/1-q2vnMsf29rSeyJqAKsoV_U9yUbZ9NPXwrIzxqDMFGI/edit?usp=sharing
Kuis sisipan materi perkembangan fisik remaja
1. Perkembangan
fisik pada masa remaja diawali dari .......
a. Dalam
kandungan
b. Lahir
c. Balita
d. Usia
10 tahun
e. Pubertas
2. Rata-rata
anak perempuan mencapai tingkat matang pada usia antara .....
a. 17 dan 18 tahun
b. 15
dan 16 tahun
c. 18
dan 19 tahun
d. 14
dan 15 tahun
e. 17
tahun
3.
Berikut adalah salah satu ciri perubahan fisik
wanita pada masa puber, kecuali ....
a. Membesarnya payudara
b. Melebarnya bagian
pinggul
c. Tumbuhnya rambut di
ketiak
d. Perubahan warna rambut
e.
Tumbuhnya rambut di area kemaluan
4. Perbandingan
antar berbagai anggota tubuh disebut ....
a. Indeks
masa tubuh
b. Proporsi tubuh
c. Tubuh
ideal
d. Berat
badan
e. Tinggi
badan
5. Pada
usia berapakah anak perempuan biasanya akan sedikit lebih tinggi dan
lebih berat daripada anak laki-laki ?
a. 11-15
tahun
b. 12-16
tahun
c. 12-15 tahun
d. 13-16 tahun
e. 15-17 tahun
PERKEMBANGAN FISIK MASA REMAJA
BAB I
PENDAHULUAN
Setiap individu pasti mengalami suatu
tahapan pertumbuhan (masa) dalam hidupnya,
salah satunya adalah masa remaja. Masa remaja merupakan masa yang dapat dikatakan
masa yang paling indah, karena pada masa ini remaja mulai merasakan hal
barupada dirinya, berkaitan dengan fisik maupun psikisnya.
Namun, masa remaja juga merupakan masa
yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Hal ini dapat
diakibatkan karena mereka suka mencoba hal-hal baru yang belum tentu semua itu
baik untuk mereka.
Pada masa remaja terjadi
perubahan-perubahan fisik, baik yang bersifat struktural maupun fungsinya yang
berbeda antara remaja laki-laki dan remaja perempuan. Gejala-gejala perubahan
fisik remaja muncul ketika anak mulai memasuki masa awal remaja, dimana
perubahan tersebut hampir selalu disertai dengan perubahan sikap dan perilaku.
Perubahan tersebut merupakan salah satu dampak dari pengalaman yang belum
pernah dirasakannya. Hal ini menyebabkan
sering terjadinya permasalahan ataupun ketidakseimbangan pada diri remaja.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan masa remaja dan
perkembangannya ?
2.
Bagaimana tahapan perkembangan fisik pada
masa remaja ?
3.
Apa saja faktor dan kondisi yang mempengaruhi
perkembangan fisik pada masa remaja ?
C. TUJUAN
1. Mengetahui
apa itu pertumbuhan fisik remaja
2. Mengetahui
tahapan perkembangan fisik yang terjadi pada masa remaja
3. Mengetahui
faktor dan kondisi yang mempengaruhi perkembangan fisik pada masa remaja
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Masa Remaja
Menurut Mappiare (1982) dalam Hartinah masa remaja
berlangsung antara umur 12 sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 sampai
dengan 22 tahun bagi pria. Menurut hukum di Amerika Serikat saat itu,individu
dianggap telah dewasa apabila telah mencapai usia 18 tahun dan bukan 21 tahun
seperti ketentuan sebelumnya (Hurluck,1991)
Pengertian
Perkembangan
Istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan
progresif yang terjadi karena adanya proses kematangan belajar. Perkembangan
bukan sekedar penambahan tinggi badan seseorang melainkan suatu proses
integrasi dari organisasi atau struktur dan fungsi tingkah laku yang komplek
dari individu yang bersangkutan, mengarah pada tingkat yang lebih tinggi dan
bersifat menetap beserta tidak dapat diputar kembali.
Perkembangan
Fisik Pada Masa Remaja
Perkembangan fisik pada masa remaja diawali dengan
pubertas, adalah masa kematangan fisik yang sangat cepat, yang meliputi aspek
hormonal dan perubahan fisik. Pikiran mereka juga berubah dengan artian mereka
lebih dapat berfikir abstrak dan hipotesis, perasaan mereka berubah hampir
terhadap segala hal, semua bidang cakupan perkembangan sebagai seorang remaja
menghadapi tugas utama mereka, membangun identitas termasuk identitas seksual
yang akan terus mereka bawa sampai masa dewasa.
Dengan berkurangnya perubahan fisik kecanggungan pada
masa puber dan awal masa remaja pada umumnya menghilang, karena remaja yang
lebih besar sudah mempunyai waktu tertentu untuk mengawasi tubuhnya yang
bertambah besar. Mereka juga terdorong untuk menggunakan kekuatan yang
diperoleh dan selanjutnya merupakan bantuan untuk mengatasi kecangguangan yang
timbul kemudian.
Karena kekuatan mengikuti pertumbuhan otot, anak
laki-laki pada umumnya menunjukkan kekuatan yang terbesar pada usia 14 tahun,
sedangkan anak perempuan menunjukkan kemajuan pada usia ini dan kemudian
ditinggalkan karena perubahan minat lebih daripada kurangnya kemampuan.
B. Tahap Perubahan Fisik Pada Remaja
Perubahan fisik selama masa remaja dibagi menjadi
beberapa tahap:
1.
Perubahan Eksternal
Perubahan yang terjadi selama masa
remaja dibagi menjadi beberapa tahap:
a.
Tinggi Badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tingkat matang pada
usia antara 17 dan 18 tahun, rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun
setelahnya.
Perubahan
tinggi badan remaja dipengaruhi asupan makanan yang diberikan, pada anak yang
diberikan imunisasi pada masa bayi cenderung lebih tinggi dipada anak yang
tidak mendapatkan imunisasi. Anak yang tidak diberikan imunisasi lebih banyak
menderita sakit sehingga pertumbuhannya terlambat.
b.
Berat Badan
Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama
dengan perubahan tinggi badan, perubahan berat badan terjadi akibat penyebaran
lemak pada bagian-bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit lemak atau bahkan
tidak mengandung lemak.
Ketidakseimbangan
perubahan tinggi badan dengan berat badan menimbulkan ketidak idealan badan
anak, jika perubahan tinggi badan lebih cepat dari berat badan, maka bentuk
tubuh anak menjadi jangkung (tinggi kurus), sedangkan jika perubahan berat
badan lebih cepat dari perubahan tinggi badan, maka bentuk tubuh anak menjadi
gemuk gilik (gemuk pendek).
c.
Proposi Tubuh
Berbagai anggota tubuh lambat laun mencapai
perbandingan yang tumbuh baik. Misalnya, badan melebar dan memanjang sehingga
anggota badan tidak lagi kelihatan terlalu pandang.
d.
Organ Seks
Baik laki-laki maupun perempuan, organ seks mengalami
ukuran matang pada akhir masa remaja, tetapi fungsinya belum matang sampai
beberapa tahun kemudian.
e.
Ciri-ciri Seks Sekunder
Ciri-ciri seks sekunder yang utama, perkembangannya
matang pada masa akhir masa remaja.
Ciri
sekunder tersebut antara lain ditandai dengan tumbuhnya kumis dan jakun pada
laki-laki, sedangkan pada perempuan ditandai dengan membesarnya payudara.
2. Perubahan Internal
Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja
dan tidak tampak dari luar. Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi
kepribadian remaja. Perubahan tersebut adalah:
a.
Sistem Pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau
berbentuk pipa, usus
bertambah
panjang dan bertambah besar, otot-otot diperut dan dinding-dinding usus menjadi
lebih tebal dan kuat, hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.
b.
Sistem Peredaran Darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia 17
atau 18, beratnya 12
kali berat
pada waktu lahir. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan
mencapai tingkat kematangan bilamana jantung sudah matang.
c.
Sistem Pernafasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada
usia 17 tahu; anak
laki-laki mencapai tingkat kematangan
baru beberapa tahun kemudian.
d.
Sistem Endokrin
Kegiatan
gonad yang meningkat pada masa puber menyebabkan ketidak seimbangan sementara
dari seluruh sistem endokrin pada masa awal puber. Kelenjar-kelenjar seks
berkembang pesat dan berfungsi, meskipun belum mencapai ukuran yang matang
sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa.
e. Jaringan Tubuh
Perkembangan
kerangka berhenti rata-rata pada usia 18 tahun. Jaringan selain tulang,
khususnya bagi perkembangan otot, terus berkembang sampai tulang mencapai
ukuran yang matang.
C.
Kondisi-kondisi Yang Mempengaruhi Perkembangan
Fisik Remaja
Perkembangan fisik erat hubungannya dengan kondisi remaja. Kondisi yang baik
berdampak
baik pada pertumbuhan fisik remaja, demikian pula sebaliknya.
Adapun
kondisi-kondisi yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
1.
Pengaruh Keluarga
Pengaruh
keluarga meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Karena faktor
keturunan seorang anak dapat lebih tinggi atau panjang dari anak lainnya,
sehingga ia lebih berat tubuhnya, jika ayah dan ibunya atau kakeknya tinggi dan
panjang.
2.
Faktor Lingkungan
Faktor
lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi
keturunan yang dibawa dari orang tuanya. Lingkungan juga dapat memberikan
pengaruh pada remaja sedemikian rupa sehingga menghambat atau mempercepat
potensi untuk pertumbuhan dimasa remaja.
3.
Pengaruh Gizi
Anak
yang mendapatkan gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit
lebih cepat mencapai taraf dewasa dibandingkan dengan mereka yang tidak
mendapat gizi cukup.
4.
Gangguan Emosional
Anak
yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid
adrenal yang berlebihan dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan
hormon pertumbuhan dikelenjar pituitary.
Bila terjadi hal
demikian pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak tercapai berat tubuh
yang seharusnya.
5.
Jenis Kelamin
Anak
laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan,
kecuali pada usia 12-15 tahun. Anak perempuan biasanya akan sedikit lebih
tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki. Hal ini terjadi karenabentuk
tulang dan otot pada anak laki-laki berbeda dengan permpuan. Anak perempuan
lebih cepat kematangannya daripada laki-laki.
6.
Sifat Sosial Ekonomi
Anak
yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah, cenderung lebih
kecil daripada anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi yang
tinggi.
7.
Kesehatan
Kesehatan
amat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik remaja. Remaja yang berbadan sehat
dan jarang sakit, biasanya memiliki tubuh yang lebih tinggi dan berat dibanding
yang sering sakit.
8.
Pengaruh Bentuk Tubuh
Pengaruh bentuk
psikologis muncul antara lain disebabkan oleh perubahan-perubahan fisik.
Diantara perubahan fisik yang sangat berpengaruh adalah pertumbuhan tubuh (badan makin panjang
dan tinggi), mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada
perempuan dan “mimpi pertama” pada laki-laki), dan tanda-tanda kelamin kedua
yang tumbuh.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Perkembangan
fisik pada masa remaja diawali dengan pubertas, adalah masa kematangan fisik
yang sangat cepat, yang meliputi aspek hormonal dan perubahan fisik. Tahap
perubahan fisik pada remaja terdiri dari Perubahan Eksternal ysng meliputi : Tinggi
Badan, Berat Badan, Proposi Tubuh, Organ Seks, Ciri-ciri Seks Sekunder dan Perubahan
Internal yang meliputi : Sistem Pencernaan, Sistem Peredaran Darah, Sistem
Pernafasan, Sistem Endokrin dan Jaringan Tubuh.
Perkembangan fisik remaja juga dipengaruhi oleh kondisi-kondisi seperti
: Pengaruh Keluarga, Faktor Lingkungan, Pengaruh Gizi, Gangguan Emosional, Jenis
Kelamin, Sifat Sosial Ekonomi, Kesehatan dan Pengaruh Bentuk Tubuh.
DAFTAR
PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)